Senin, 24 Agustus 2026
Breaking News
inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus Presiden Prabowo Apresiasi Laba Pegadaian Tumbuh 84,4 Persen dan Bisnis Emas Capai 153 Ton Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Bantu Atasi Krisis Air Bersih di Pangalengan dan Revitalisasi Sanitasi Warga Riset KPID Jabar Temukan Perubahan Ekosistem Media Digital Pengaruhi Ketahanan Nasional InDrive Edukasi Ratusan Pelajar Bandung Jadi Pengguna Jalan yang Bertanggung Jawab inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung inDrive Luncurkan SIAGA untuk Perkuat Respons Keselamatan di Bandung BNN Ungkap 2,6 Ton Metamfetamin Cair di Kapal Berbendera Tanzania, Senilai Rp8,5 Triliun Siswa Sespimma Polri Angkatan 76 Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba 17 Agustus Presiden Prabowo Apresiasi Laba Pegadaian Tumbuh 84,4 Persen dan Bisnis Emas Capai 153 Ton Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Jabar Dorong Mahasiswa ITB Jatinangor Melek Finansial Lewat Program FLOW Pegadaian Bantu Atasi Krisis Air Bersih di Pangalengan dan Revitalisasi Sanitasi Warga Riset KPID Jabar Temukan Perubahan Ekosistem Media Digital Pengaruhi Ketahanan Nasional InDrive Edukasi Ratusan Pelajar Bandung Jadi Pengguna Jalan yang Bertanggung Jawab
TrustJabar
Daerah Bandung Raya Pojok Lingkungan
Penulis: Cep07 Des 2025

Tinjau Lokasi Longsor Arjasari, Dadang Naser Temukan Sejumlah Fakta Lapangan

Longsor yang terjadi di Kampung Condong, Dewa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengungkap fakta baru.

Saat meninjau lokasi longsor di Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, anggota DPR RI yang juga mantan Bupati Bandung Dadang Naser menemukan sejumlah fakta lapangan. Foto: trustjabar/

Saat meninjau lokasi longsor di Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, anggota DPR RI yang juga mantan Bupati Bandung Dadang Naser menemukan sejumlah fakta lapangan. Foto: trustjabar/

trustjabar.comLongsor yang terjadi di Kampung Condong, Dewa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengungkap fakta baru. Bencana yang terjadi pada Jumat (5/12/2025) itu menimbun sejumlah rumah warga. Sebanyak 3 warga tertimbun material longsor yang hingga saat ini belum ditemukan.

Baca Juga : Bencana Hidrometeorologi Sergap 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung

Longsor yang terjadi di Arjasari itu, turut menyita sejumlah perhatian berbagai kalangan. Tidak hanya Bupati Bandung Dadang Supriatna yang meninjau lokasi, demikian halnya juga dengan mantan Bupati Bandung Dadang Naser. Saat mengunjungi lokasi kejadian, Dadang Naser melihat kondisi nyata di lapangan.

Saat mengunjungi lokasi longsor di Arjasari itu, Dadang Naser menduga, alih fungsi lahan turut memperparah bencana. Ia menuturkan, lereng setinggi 80 meter itu tertanami lahan pertanian. Padahal, seharusnya di lereng tersebut tertanami pohon besar yang akarnya dapat memperkuat tanah.

“Informasi yang sampai ke saya itu ada penanaman. Tapi penanaman ini berbentuk sayuran. Seharusnya, di lereng dengan sudut kemiringan segitu tidak diperkenankan penanaman sayuran. Kalau di bawah 30 derajat (sudut kemiringan lereng) boleh tanam sayuran,” ungkap Dadang Naser, Minggu (7/12/2025).

Ia menegaskan, struktur tanah yang tidak padat di atas sudut kemiringan lereng curam, berpotensi terjadi longsor, seperti di Arjasari ini. Terlebih saat ini masuk musim hujan dengan intensitas tinggi. Oleh karenanya, ia meminta Pemerintah Kabupaten Bandung segera melakukan reboisasi secara masif. Hal itu agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari.

Meski demikian, penghijauan itu juga harus memiliki nilai ekonomis bagi warga. Misalnya, lanjut Dadang, di lereng yang terjadi longsor di Arjasari ini dengan menanam pohon alpukat. Alasannya, pohon alpukat memiliki akar yang dapat memperkuat struktur tanah. Dengan demikian, bencana longsor pun dapat terantisipasi.

Antisipasi Longsor Seperti di Arjasari, Dadang Naser Minta Kesadaran Masyarakat Kelola Lingkungan

Dalam kesempatan itu, anggota DPR RI ini juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kesadarannya dalam menjaga lingkungan. Sebab, lanjut ia, datangnya bencana bisa diperkirakan.

Baca Juga : SOMASI Gelar Penanaman Pohon di Gambung Kabupaten Bandung, Dorong Kolaborasi Pentahelix Pelestarian Lingkungan

“Kesadaran masyarakat mengelola lahan juga harus meningkat agar tidak terjadi bencana seperti longsor di Arjasari ini. Jangan semena-mena masuk lahan hutan, kemudian menanaminya dengan sayuran tanpa mengukur elevasi (sudut kemiringan) lereng gunung. Nah ini kan jelas, terjadi bencana itu, kerusakan akibat tangan manusia,” ungkapnya.

Ia berharap, longsor yang terjadi di Arjasari dan banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung ini menjadi gambaran pentingnya menjaga lingkungan. Pemerintah Kabupaten Bandung, lanjut ia, harus melakukan kolaborasi lintas sektoral dalam penanganan bencana ini.

Sebagai informasi, longsor yang terjadi di Arjasari Kabupaten Bandung ini menimbun beberapa rumah warga. Dalam kejadian itu, tiga orang masih dalam pencarian yakni Aisyah (60), Citra (20), dan Arjuna (10). Dadang Naser berharap, korban yang hingga saat ini masih dalam pencarian tim gabungan, dapat segera tertemukan. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Tinjau Lokasi Longsor Arjasari, Dadang Naser Temukan Sejumlah Fakta Lapangan

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.