Jumat, 10 Juli 2026
Breaking News
HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor TPPASR Legok Nangka Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Regional Gubernur Jawa Barat Tekankan Pentingnya ASN Layani Masyarakat Hingga ke Pelosok Ratusan Tim Sepak Bola Usia Dini Ikuti Danseskoad Cup 2026 di Bandung Wagub Jawa Barat Dorong Sektor Konstruksi Terus Berbenah HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor TPPASR Legok Nangka Diharapkan Jadi Solusi Jangka Panjang Pengelolaan Sampah Regional Gubernur Jawa Barat Tekankan Pentingnya ASN Layani Masyarakat Hingga ke Pelosok Ratusan Tim Sepak Bola Usia Dini Ikuti Danseskoad Cup 2026 di Bandung Wagub Jawa Barat Dorong Sektor Konstruksi Terus Berbenah
TrustJabar
Daerah Bandung Raya Pojok Lingkungan
Penulis: Cep06 Des 2025

Bencana Hidrometeorologi Sergap 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung

Bencana hidrometeorologi menyergap 13 kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (5/12/2025) sore.

Petugas BPBD Kabupaten Bandung mengevakuasi warga terdampak banjir di Kelurahan Andir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggunakan perahu karet. Berdasarkan data BPBD, bencana hidrometeorologi itu menyergap 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung. Foto: trustjabar/

Petugas BPBD Kabupaten Bandung mengevakuasi warga terdampak banjir di Kelurahan Andir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggunakan perahu karet. Berdasarkan data BPBD, bencana hidrometeorologi itu menyergap 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung. Foto: trustjabar/

trustjabar.comBencana hidrometeorologi menyergap 13 kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (5/12/2025) sore. Tingginya intensitas hujan yang terjadi, menyebabkan bencana hidrometeorologi tersebar di beberapa titik di Kabupaten Bandung. Banjir, longsor, dan angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung. Selain itu, ada juga laporan rumah ambruk akibat dampak tingginya intensitas hujan yang terjadi.

Baca Juga: SOMASI Gelar Penanaman Pohon di Gambung Kabupaten Bandung, Dorong Kolaborasi Pentahelix Pelestarian Lingkungan

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bandung, 13 kecamatan yang tercatat terjadi bencana hidrometeorologi itu di antaranya Kecamatan Katapang, Bojongsoang, Pangalengan, Dayeuhkolot. Kemudian Kecamatan  Baleendah,  Kutawaringin, Kertasari,  Pasirjambu, Margahayu, Margaasih, Banjaran, Arjasari, dan Pameungpeuk.

Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Bandung Anggi Gunawan menjelaskan, bencana banjir terjadi di sebagian besar kecamatan yang terkena dampak bencana hidrometeorologi. Sedangkan longsor, terjadi di 5 kecamatan. Yakni di Kecamatan Kutawaringin (2 lokasi), Kertasari (2 lokasi), Pasirjambu (1 lokasi), Pangalengan (1 lokasi), dan Arjasari (1 lokasi).

“Ada tujuh kecamatan yang terkena banjir. Lokasinya tersebar di beberapa titik. Selain itu, kami juga menerima laporan adanya rumah ambruk di Kecamatan Pameungpeuk. Rumah yang ambruk itu karena dampak tingginya intensitas hujan yang terjadi,” ucap Anggi, Sabtu (6/12/2025) pagi.

Anggi merinci, untuk bencana hidrometeorologi berupa banjir, terjadi di Kecamatan Katapang (4 desa, 16 titik), Bojongsoang (3 desa, 7 titik). Kemudian Dayeuhkolot (2 desa 29 titik), Baleendah (3 desa 1 kelurahan, 23 titik), Kutawaringin (2 titik). Selanjutnya Margahayu (2 desa 1 kelurahan 6 titik), dan Margaasih (6 RW).

Ia juga menuturkan, berdasarkan data yang diterima BPBD Kabupaten Bandung, terdapat 3 orang hilang akibat kejadian hidrometeorologi berupa longsor. Lokasi kejadian longsor itu terjadi di Kampung Condong RW 9 Desa Wargaluyu Kecamatan Arjasari. BPBD pun langsung berkoordinasi dengan Kantor SAR Bandung. Tiga orang hilang itu yakni Aisyah (60), Citra (20), dan Alfa (10). Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi korban hilang tersebut.

Bencana Hidrometeorologi tak Hanya Terjadi di Kabupaten Bandung, BPBD Jawa Barat Tetapkan Status Siaga Darurat

Sementara itu, untuk memastikan kesiapsiagaan daerah selama periode cuaca ekstrem, BPBD Jawa Barat telah menetapkan status siaga darurat bencana. Penetapan status tersebut mulai berlaku sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026.

Penetapan status kebencanaan tersebut, sebelum terjangan bencana hidrometeorologi yang menyergap 13 kecamatan di Kabupaten Bandung.

Baca Juga : Fokuskan Percepatan Penanganan Darurat Bencana di Pulau Sumatera

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun dalam keterangan resminya mengatakan, mitigasi bencana hidrometeorologi tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan. Melainkan juga pada perilaku manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kerusakan alam akibat penebangan pohon atau pengubahan fungsi lahan, kata Teten, dapat meningkatkan risiko bencana,” katanya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Bencana Hidrometeorologi Sergap 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.