Minggu, 26 Juli 2026
Breaking News
Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor Pegadaian Kanwil Jabar Salurkan 100 Paket Sembako untuk Lansia di Indramayu, Kenalkan Literasi Digital TRING! Lahan Seluas 7,6 Hektare Disiapkan Pemerintah Kabupaten Bandung Untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Kuasa Hukum Kasus YTR di Bandung Minta JPU Perjuangkan Restitusi Korban Partai Golkar Jawa Barat Terus Perkuat Konsolidasi Hingga Akar Rumput HUT Ke-125, Pegadaian Jabar Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak Prasejahtera Tanggapi Respons Komnas Perempuan Soal Kasus YTR di Bandung, Pengacara Korban Minta Hak Restitusi dan Perlindungan Dijamin Jadi Urat Nadi Mobilitas, Warga Nikmati Jalan Beton di Cangkuang-Nagrak-Jatisari Warga Harap CFD di Kabupaten Bandung tak Sekadar Seremonial Gadis Asal Rancaekek Diduga Disekap dan Dianiaya Selama 3 Tahun, Polisi Terus Buru Pelaku Pegadaian Jabar Gelar Donor Darah, Targetkan 125 Pendonor
TrustJabar
Bandung Raya Daerah Komunitas Pendidikan Pojok Lingkungan
Penulis: Cep04 Agt 2025

Pengolahan Sampah Jadi Tanggungjawab Bersama, Santri Pesantren Nurul Iman Kota Bandung Peroleh Edukasi

Santri di Pondok Pesantren Nurul Iman, Cibaduyut, Kota Bandung, Jawa Barat, mendapatkan edukasi mengenai pengolahan sampah.

Santri di Pesantren Nurul Iman Kota Bandung, Jawa Barat, saat memperoleh edukasi tentang pengelolaan sampah yang digelar Coklat Kita. Foto: Dasep/trustjabar

Santri di Pesantren Nurul Iman Kota Bandung, Jawa Barat, saat memperoleh edukasi tentang pengelolaan sampah yang digelar Coklat Kita. Foto: Dasep/trustjabar

trustjabar.com – Sebanyak 2000 santri dan santriwati di Pondok Pesantren Nurul Iman, Cibaduyut, Kota Bandung, Jawa Barat, mengikuti pelatihan pengolahan sampah. Mereka mendapatkan pelatihan mengenai pengolahan sampah organik dan non-organik. Hal tersebut sebagai upaya nyata peran masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah.

Coklat Kita menjadi inisiator dalam edukasi pengelolaan sampah kepada para santri di pondok pesantren itu. Kegiatan itu dibalut dalam acara Silatusantren atau Silaturahmi Berkesan ke Pondok Pesantren pada Minggu (3/8/2025).

Perwakilan Coklat Kita, Yudi Wate Angin menegaskan, pelaksanaan kegiatan pengolahan sampah ini bukan sekadar seremonial belaka. Namun, melalui kegiatan ini ia berharap generasi muda mulai memahami dan menyadari keberlangsungan kelestarian lingkungan. Salah satu caranya dengan mengolah dan mengelola sampah.

“Tempat ini sangat representatif di Kota Bandung, terutama dengan jumlah santri yang besar. Ini membuat target edukasi menjadi lebih luas dan efektif. Pesantren ini menjadi salah satu lokasi dari 15 tempat yang kami tuju,” ujarnya.

Yudi menambahkan, Pontren Nurul Iman menjadi salah satu titik paling urban dari seluruh lokasi sasaran kegiatan. Hal ini menjadi nilai tambah karena edukasi pengelolaan sampah di kawasan perkotaan dapat menjadi percontohan bagi pondok pesantren lainnya di lingkungan serupa.

Baca Juga : Berhasil Kembangkan Cabe Paprika, Kelompok Tani Cikahuripan Kabupaten Bandung Apresiasi Komitmen Paguyuban Pasundan

Gelar Sosialisasi Pengolahan Sampah Tuai Respon Positif dari Pesantren

Muhammad Fuad Syafi’i, perwakilan dari Pesantren Nurul Iman, menyampaikan apresiasi dan antusiasme terhadap kehadiran Coklat Kita.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain menjadi ajang silaturahmi dengan pesantren lain di Kota Bandung, kami juga mendapatkan edukasi langsung dari para ahlinya.Tentunya mengenai pengelolaan sampah,” tuturnya.

Fuad menjelaskan, dengan jumlah santri sekitar 2000 orang, pengelolaan sampah menjadi tantangan tersendiri. Namun, melalui workshop ini, para pengurus dan santri mendapatkan pemahaman bahwa sampah bisa menjadi sesuatu yang bernilai apabila bisa mengolahnya dengan baik.

Selain itu, kata Fuad, pengolahan sampah di Pesantren Nurul Iman sebelumnya sudah berjalan dalam bentuk pemilahan sampah organik dan non-organik. Serta adanya petugas kebersihan yang bertugas di area pondok. Namun, workshop yang Coklat Kita hadirkan memperkaya pendekatan yang sudah ada.

“Kami punya sekitar 10 pesantren unit dan komunitas masyarakat sekitar yang juga terlibat, kini tahu bahwa sampah tidak cukup hanya memilahnya. Tapi juga bisa dari sampah itu dapat kita manfaatkan lebih lanjut menjadi produk bermanfaat bahkan bernilai ekonomis,” ujarnya.

Edukasi dalam program pengelolaan sampah ini melibatkan banyak pihak, termasuk Klinik Tanaman dari Mahasiswa Fakultas Pertanian UNPAD. Pengolahan sampah dan limbah mempraktikkan langsung bersama para santri dan santriwati di Aula Pontren Nurul Iman. (cep/trust jabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Pengolahan Sampah Jadi Tanggungjawab Bersama, Santri Pesantren Nurul Iman Kota Bandung Peroleh Edukasi

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun pembaca dipakai khusus untuk komentar artikel.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.