Sabtu, 04 April 2026
Breaking News
Bupati Paparkan Isu Strategis Ini Masuk Program Prioritas RKPD 2027 Pemkab Bandung Fakta Unik Warna pada Buah, Bukan Sekadar Pigmen Alami Mengupas El Nino Godzilla yang Bakal Melanda Wilayah Indonesia PIHPS Bank Indonesia Catat Harga Sejumlah Komoditas Pangan Utama Merangkak Naik Ancaman Badai El Nino, Pemerintah di Seluruh Asia Tenggara Berpacu Amankan Pasokan Pangan Inilah Alasan Pasirnanjung Sumedang Jadi Wilayah Binaan Pertama Program Pegadaian Peduli Desa Video Dampak Gempa Bumi Tektonik yang Mengguncang Kota Bitung Sulawesi Utara Gempa Bumi Tektonik M7,6 di Kota Bitung, Seorang Warga Meninggal dan Beberapa Infrastruktur Rusak Bandung Bedas Expo 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Lokal Kabupaten Bandung PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Salurkan Bantuan Serentak ke Berbagai Panti Sosial Bupati Paparkan Isu Strategis Ini Masuk Program Prioritas RKPD 2027 Pemkab Bandung Fakta Unik Warna pada Buah, Bukan Sekadar Pigmen Alami Mengupas El Nino Godzilla yang Bakal Melanda Wilayah Indonesia PIHPS Bank Indonesia Catat Harga Sejumlah Komoditas Pangan Utama Merangkak Naik Ancaman Badai El Nino, Pemerintah di Seluruh Asia Tenggara Berpacu Amankan Pasokan Pangan Inilah Alasan Pasirnanjung Sumedang Jadi Wilayah Binaan Pertama Program Pegadaian Peduli Desa Video Dampak Gempa Bumi Tektonik yang Mengguncang Kota Bitung Sulawesi Utara Gempa Bumi Tektonik M7,6 di Kota Bitung, Seorang Warga Meninggal dan Beberapa Infrastruktur Rusak Bandung Bedas Expo 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Lokal Kabupaten Bandung PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Salurkan Bantuan Serentak ke Berbagai Panti Sosial
Serba Serbi
Penulis: ecp 07 Sep 2025

Langit Indonesia Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total Blood Moon, Kapan dan Bagaimana Proses Linimasanya?

Masyarakat di seluruh wilayah Indonesia bisa menyaksikan fenomena alam gerhana bulan total berwarna merah darah atau blood moon.

Gerhana bulan total. Foto: net/

Gerhana bulan total. Foto: net/

trustjabar.com – Masyarakat di seluruh wilayah Indonesia bisa menyaksikan fenomena alam gerhana bulan total berwarna merah darah atau blood moon. Fenomena ini akan mulai berlangsung pada Minggu (7/9/2025) sekitar pukul 23.27 WIB hingga Senin (8/9/2025) sekitar pukul 02.56 WIB.

Baca Juga : FAKTA UNIK: Madu Tidak Pernah Basi, Bahkan Bertahan Ribuan Tahun

Demikian ungkapan Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset Antariksa pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Thomas Djamaluddin.

Thomas menuturkan, fenomena gerhana bulan total blood moon ini bisa masyarakat saksikan dengan mata tanpa bantuan teleskop. Bahkan, memungkinkan juga bagi masyarakat yang ingin mengabadikan fenomena ini melalui berbagai perangkat.

Sebagai informasi, gerhana bulan terjadi saat purnama. Ketika matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis lurus. Namun, Thomas menjelaskan, tidak setiap purnama terjadi gerhana. Hal itu karena orbit bulan miring terhadap bidang orbit bumi mengelilingi matahari.

“Pada saat gerhana, bulan memasuki bayangan bumi sehingga purnama tampak gelap,” ucapnya.

Saat bulan memasuki bayangan bumi, lanjut ia, maka mulai fase gerhana sebagian. Ketika seluruh purnama masuk dalam bayangan bumi, kata Thomas, maka terjadi fenomena gerhana bulan total. Setelah itu, bayangan bumi mulai meninggalkan purnama dan kembali ke fase gerhana sebagian yang menandai proses akhir gerhana.

Ia melanjutkan, saat terjadi gerhana ini, purnama tidak gelap seluruhnya. Ada cahaya merah yang dibiaskan atmosfer bumi yang mengenai bulan. Atas dasar fenomena itulah maka kemudian mendapat julukan blood moon atau bulan merah darah.

Catat! Inilah Proses Linimasa Gerhana Bulan Total

Dalam kesempatan itu, Thomas juga menjelaskan terkait linimasa terjadinya fenomena gerhana bulan yang terjadi pada 7-8 September 2025. Fenomena ini akan berlangsung mulai pukul 23.27 WIB hingga 02.56 WIB.

Baca Juga : FAKTA UNIK! Keunikan Gurita tak Hanya Mampu Berkamuflase, Inilah Ragam Kemampuan Lainnya!

Berikut linimasa gerhana bulan total tersebut;

-          23.27 WIB, awal gerhana sebagian

-          00.31 WIB, awal gerhana bulan

-          01.53 WIB, akhir gerhana total

-          02.56 WIB, akhir gerhana sebagian

Thomas juga menjelaskan soal gerhana bulan total berikutnya yang akan terjadi pada 3 Maret 2026. Namun saat terjadi gerhana bulan di tahun depan itu, wilayah Indonesia hanya bisa menyaksikan bagian akhir gerhana. Sebab pada saat ini, ketika purnama terbit, gerhana bulan total sudah terjadi.

Pengamatan gerhana bulan, lanjut Thomas, masyarakat bisa menyaksikannya langsung tanpa menggunakan teleskop. Bahkan, jenis ponsel tertentu dapat memotret proses gerhana bulan dengan jelas.

“Gerhana bulan menarik untuk kita amati. Kelengkungan bayangan bumi saat gerhana sebagian, membuktikan bentuk bumi yang bulat,” ujarnya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Langit Indonesia Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total Blood Moon, Kapan dan Bagaimana Proses Linimasanya?

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.