PIHPS Bank Indonesia Catat Harga Sejumlah Komoditas Pangan Utama Merangkak Naik
Pemerintah Indonesia terus memantau pergerakan harga pangan untuk menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga di pasar.
Cabai rawit merah. PIHPS Bank Indonesia mencatat harga sejumlah komoditas pangan utama merangkak naik pada awal April 2026. Foto: ilustrasi/net
trustjabar.com - Harga sejumlah komoditas pangan utama kembali melonjak pada awal April 2026. Cabai rawit merah menjadi komoditas yang mencatat kenaikan harga paling mencolok di tingkat pedagang eceran nasional.
Baca Juga : Jelang Idulfitri 1447 H, Ketersediaan Pangan Nasional Relatif Aman
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia, harga cabai rawit merah tercatat menembus Rp 115.000 per kilogram pada Rabu (1/4/2026). Harga tersebut naik tajam ketimbang posisi awal Maret yang berada di kisaran Rp 74.750 per kilogram. Pada Kamis (2/4/2026), PIHPS mencatat harga cabai rawit merah berada di angka Rp 91.700 per kilogram, sementara daging ayam ras tercatat Rp 39.800 per kilogram.
Kenaikan harga pangan juga melanda komoditas bawang. Data Panel Harga Pangan Nasional Bank Indonesia per Kamis (2/4/2026) menunjukkan bawang merah ukuran sedang naik 14,71 persen menjadi Rp 52.650 per kilogram. Sementara harga bawang putih ukuran sedang, naik 10,41 persen ke level Rp 44.550 per kilogram. Kelompok beras turut terkerek naik, dengan beras kualitas medium I tercatat Rp 19.000 per kilogram pada 1 April 2026.
Kenaikan harga pangan kali ini terjadi pasca periode Idulfitri 1447 Hijriah yang biasanya diikuti lonjakan permintaan. Di berbagai daerah, pedagang melaporkan kenaikan harga yang bervariasi.
Di Kota Batu, Jawa Timur, harga pangan utama cabai merah keriting melonjak Rp 3.750 per kilogram. Kemudian harga cabai besar naik Rp 1.750, dan rawit naik Rp 1.250 pasca lebaran. Sementara di Bandung, harga cabai dilaporkan sempat tembus Rp 100.000 per kilogram.
Faktor Pemicu Kenaikan Harga Pangan
Tekanan harga pangan juga dipicu kekhawatiran publik atas wacana kenaikan harga BBM nonsubsidi per 1 April 2026. Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, memproyeksikan transmisi kenaikan BBM bisa mendorong inflasi pangan tembus 6 hingga 7 persen pada April 2026.
Baca Juga : Ancaman Badai El Nino, Pemerintah di Seluruh Asia Tenggara Berpacu Amankan Pasokan Pangan
Meski demikian, pemerintah menegaskan tidak ada penyesuaian harga BBM subsidi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin harga Pertalite dan solar tidak naik setidaknya hingga masa Lebaran 2026 usai.
Pemerintah Indonesia terus memantau pergerakan harga pangan untuk menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga di pasar.
Sebagai informasi, tingkat inflasi nasional pada Maret 2026 sudah tercatat naik 0,41 persen, didorong oleh kenaikan harga pangan. Dengan tren kenaikan di awal April, tekanan inflasi dari sektor pangan menjadi perhatian utama bagi otoritas moneter dan fiskal dalam pekan-pekan mendatang. (cep/trustjabar/R1
Komentar
0 komentar untuk PIHPS Bank Indonesia Catat Harga Sejumlah Komoditas Pangan Utama Merangkak Naik
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.