Rabu, 15 April 2026
Breaking News
Dirut PT BDS Jadi Tersangka dalam Dugaan Korupsi, Praktisi Hukum Dorong Kejari Kabupaten Bandung Usut Tuntas Kasus Kejari Kabupaten Bandung Tetapkan Direktur Utama PT BDS Jadi Tersangka Wakil Ketua DPRD; Kabupaten Bandung Masuk Kategori Darurat Sampah! Sebanyak 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung Terdampak Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Belasan Ribu Warga Terdampak Banjir Luapan Sungai Citarum di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Indeks Pencegahan Korupsi Kabupaten Bandung 2025 Raih Angka 93 Citarum (Belum) Harum Integritas Jadi Fondasi Utama Wujudkan Jawa Barat Istimewa Viral di Media Sosial Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Dinkes Jawa Barat Lakukan Evaluasi Mutu Layanan Insiden Ambruknya Kanopi Beton di Blok III Pasar Soreang, Pengelola tak Lakukan Pemeliharaan Rutin Dirut PT BDS Jadi Tersangka dalam Dugaan Korupsi, Praktisi Hukum Dorong Kejari Kabupaten Bandung Usut Tuntas Kasus Kejari Kabupaten Bandung Tetapkan Direktur Utama PT BDS Jadi Tersangka Wakil Ketua DPRD; Kabupaten Bandung Masuk Kategori Darurat Sampah! Sebanyak 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung Terdampak Bencana Hidrometeorologi Cuaca Ekstrem Belasan Ribu Warga Terdampak Banjir Luapan Sungai Citarum di Dayeuhkolot Kabupaten Bandung Indeks Pencegahan Korupsi Kabupaten Bandung 2025 Raih Angka 93 Citarum (Belum) Harum Integritas Jadi Fondasi Utama Wujudkan Jawa Barat Istimewa Viral di Media Sosial Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Dinkes Jawa Barat Lakukan Evaluasi Mutu Layanan Insiden Ambruknya Kanopi Beton di Blok III Pasar Soreang, Pengelola tak Lakukan Pemeliharaan Rutin
Ekonomi Nasional
Penulis: Cep 18 Nov 2025

Pertamina Patra Niaga Catat Lonjakan Konsumsi Pertamax Turbo

Pada Oktober 2025, PT Pertamina Patra Niaga mencatat lonjakan konsumsi Pertamax Turbo sebesar 76 persen secara tahunan.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pertamina Patra Niaga  mencatat lonjakan konsumsi Pertamax Turbo. Foto: ist/dok. Pertamina

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Pertamina Patra Niaga mencatat lonjakan konsumsi Pertamax Turbo. Foto: ist/dok. Pertamina

trustjabar.com – Pada Oktober 2025, PT Pertamina Patra Niaga mencatat lonjakan konsumsi Pertamax Turbo sebesar 76 persen secara tahunan. Hal itu memaksa perusahaan menambah pasokan melalui impor dan memaksimalkan produksi kilang.

Baca Juga : Pemerintah Terapkan Kebijakan Pencampuran Etanol E10 di Semua Bahan Bakar Berbasis Bensin

Peningkatan konsumsi Pertamax Turbo yang signifikan ini, bahkan membuat sebagian stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina di beberapa wilayah kehabisan stok.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI. RDP antara Pertamina Patra Niaga itu berlangsung pada Senin (17/11/2025).

Ia mengungkapkan, memenuhi permintaan dan mencegah kelangkaan BBM jenis ini, pihaknya mengaku telah berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan dari kilang. Akan tetapi, lanjut ia, upaya impor termasuk menjadi pilihan untuk menutupi kekurangan pasokan BBM jenis tersebut.

“Ada peningkatan konsumsi Pertamax Turbo sekitar 76 persen. Sehingga Pertamina harus menambah pasokan, baik dari kilang maupun impor,” ungkapnya.

Sebagai informasi, di beberapa wilayah di Indonesia mengalami kelangkaan stok Pertamax Turbo. Bahkan, di beberapa wilayah itu di antaranya di Jambi, Surabaya, Malang, dan Kediri, ketersediaan BBM jenis ini sudah kosong hampir dua minggu.

Mars Ega menyebut, kargo impor BBM non-subsidi ini masih dalam perjalanan menuju Indonesia. Ia mengharapkan, kargo impor akan segera tiba untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah wilayah operasional Pertamina.

Peningkatan Konsumsi Pertamax Turbo Mencapai 300 Ribu KL

Penjabat Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan mengenai target awal konsumsi Pertamax Turbo. Semula, kata Robert, proyeksinya berada pada level 170 ribu KL per tahun, namun saat ini sudah mencapai 300 ribu KL.

Baca Juga : Pipa Gas Meledak, Dua Karyawan Pertamina Subang Alami Luka Bakar

Ia memaparkan, melonjaknya permintaan BBM jenis ini pun menjadi sinyal positif kepada BBM bersubsidi. Konsumen, lanjut ia, kini sudah menyadari pentingnya kualitas BBM.

“Karena prinsipnya kalau yang beli BBM non-subsidi banyak, maka konsumsi subsidinya akan tepat sasaran. Karena konsumen sudah tidak melihat yang penting murah lagi,” katanya.

Robert juga memprediksi, melonjaknya permintaan Pertamax Turbo ini akan terus terjadi hingga akhir tahun 2025. Hingga Oktober 2025, volume penjualan BBM Pertamina Patra Niaga mencapai 87 juta KL dengan 41 persen di antaranya merupakan kontribusi dari produk non-subsidi. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Pertamina Patra Niaga Catat Lonjakan Konsumsi Pertamax Turbo

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.