Pemerintah dan Pertamina Buka Suara Soal Isu Kenaikan Harga BBM
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menegaskan, dokumen yang viral terkait kenaikan harga BBM tersebut bukan milik perusahaan.
Pemerintah dan PT Pertamina (Persero) buka suara soal isu kenaikan harga BBM yang beredar luas di media sosial. Foto: ilustrasi/net
trustjabar.com – PT Pertamina (Persero) buka suara terkait hebohnya kabar di media sosial terkait isu kenaikan harga BBM nonsubsidi yang cukup signifikan. PT Pertamina menegaskan, informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar itu tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Baca Juga : Pasokan Energi Nasional Tetap Aman di Tengah Krisis Selat Hormuz
Sebagai informasi, sebuah dokumen berlabel "confidential" beredar luas di media social, termasuk X, TikTok, Instagram, dan WhatsApp dan memicu kehebohan publik. Dokumen itu berisikan proyeksi lonjakan harga BBM nonsubsidi yang sangat tajam mulai 1 April 2026.
Dalam dokumen yang beredar di masyarakat tersebut, harga Pertamax disebut akan melonjak Rp 5.550 menjadi Rp 17.850 per liter. Kemudian Pertamina Dex bahkan disebut akan menembus Rp 23.950 per liter. Menanggapi hal itu, pemerintah dan PT Pertamina (Persero) dalam keterangan resminya secara tegas membantah kebenaran informasi tersebut.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menegaskan, dokumen yang viral tersebut bukan milik perusahaan.
“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” kata Baron.
Ia mengimbau masyarakat untuk hanya merujuk pada informasi resmi yang disampaikan melalui situs web Pertamina. Pengumuman resmi harga BBM nonsubsidi periode April, kata ia, biasanya dikeluarkan pada akhir bulan yakni 31 Maret.
Respon Dirjen Migas Kementerian ESDM Soal Isu Kenaikan Harga BBM
Dalam keterangan resminya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, memastikan harga BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan di bulan April 2026. Seperti diketahui BBM bersubsidi itu meliput Pertalite dan Solar Bersubsidi. Saat ini, harga Pertalite yang diakses pada 31 Maret 2026 di aplikasi layanan MyPertamina sebesar Rp 10.000 per liter. Sedangkan harga Solar bersubsidi Rp 6.800 per liter.
Baca Juga : Jika Harga Minyak Dunia Terus Naik, Menkeu Purbaya Siapkan Skenario Ini!
“Info yang salah. Tidak ada kenaikan BBM subsidi,” kata Laode di Jakarta. Untuk BBM nonsubsidi, ia meminta publik menunggu pengumuman resmi pada 1 April 2026.
Meskipun angka-angka viral itu dibantah, namun sejumlah analis memperkirakan kenaikan harga BBM nonsubsidi tetap akan terjadi secara moderat.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira dalam keterangan resminya memproyeksikan kenaikan harga BBM sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per liter. Hal itu didorong harga minyak dunia yang bertahan tinggi di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Bhima juga memperingatkan dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi pangan yang menurutnya bisa menembus 6-7 persen pada April 2026. (cep/trustjabar/R1)
Komentar
0 komentar untuk Pemerintah dan Pertamina Buka Suara Soal Isu Kenaikan Harga BBM
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.