Sabtu, 04 April 2026
Breaking News
DPR Dorong Elektrifikasi Kendaraan dan Kompor Listrik Strategi Perkuat Ketahanan Energi Nasional Banjir Sergap 8 Desa di Kabupaten Demak Jawa Tengah, Ribuan Warga Mengungsi Infrastruktur Jalan Masih Jadi Kendala Aksesibilitas Menuju Lokasi Wisata di Kabupaten Bandung Bupati Paparkan Isu Strategis Ini Masuk Program Prioritas RKPD 2027 Pemkab Bandung Fakta Unik Warna pada Buah, Bukan Sekadar Pigmen Alami Mengupas El Nino Godzilla yang Bakal Melanda Wilayah Indonesia PIHPS Bank Indonesia Catat Harga Sejumlah Komoditas Pangan Utama Merangkak Naik Ancaman Badai El Nino, Pemerintah di Seluruh Asia Tenggara Berpacu Amankan Pasokan Pangan Inilah Alasan Pasirnanjung Sumedang Jadi Wilayah Binaan Pertama Program Pegadaian Peduli Desa Video Dampak Gempa Bumi Tektonik yang Mengguncang Kota Bitung Sulawesi Utara DPR Dorong Elektrifikasi Kendaraan dan Kompor Listrik Strategi Perkuat Ketahanan Energi Nasional Banjir Sergap 8 Desa di Kabupaten Demak Jawa Tengah, Ribuan Warga Mengungsi Infrastruktur Jalan Masih Jadi Kendala Aksesibilitas Menuju Lokasi Wisata di Kabupaten Bandung Bupati Paparkan Isu Strategis Ini Masuk Program Prioritas RKPD 2027 Pemkab Bandung Fakta Unik Warna pada Buah, Bukan Sekadar Pigmen Alami Mengupas El Nino Godzilla yang Bakal Melanda Wilayah Indonesia PIHPS Bank Indonesia Catat Harga Sejumlah Komoditas Pangan Utama Merangkak Naik Ancaman Badai El Nino, Pemerintah di Seluruh Asia Tenggara Berpacu Amankan Pasokan Pangan Inilah Alasan Pasirnanjung Sumedang Jadi Wilayah Binaan Pertama Program Pegadaian Peduli Desa Video Dampak Gempa Bumi Tektonik yang Mengguncang Kota Bitung Sulawesi Utara
Daerah Bandung Raya
Penulis: ecp 03 Nov 2025

Jadi Korban Modus Penipuan Digital, Saldo SPPG Pangauban Batujajar Nyaris Ludes

Diduga terkena modus penipuan digital, saldo rekening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandung Barat, Jawa Barat, hampir ludes.

Surat dokumen laporan khusus BGN. Foto: ist/

Surat dokumen laporan khusus BGN. Foto: ist/

trustjabar.com – Diduga terkena phising atau modus penipuan digital, saldo rekening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandung Barat, Jawa Barat, hampir ludes. Korban phising adalah SPPG Pangauban Batujajar Bandung Barat. Saldo rekening milik SPPG Pangauban tersisa sekitar Rp 12 juta dari total Rp 1 miliar.

Baca Juga : Bupati Bandung Barat; Tidak Ada Ruang Jual Beli Jabatan

Menindaklanjuti kejadian itu, Yayasan Prama Guna Nasional melayangkan laporan resmi ke Badan Gizi Nasional. Pasalnya, uang tersebut merupakan alokasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bandung Barat. Laporan itu tertuang dalam dokumen laporan khusus Nomor 001/PGN/SPPG-PANGAUBAN/X/2025. Dalam laporan itu menyoroti mengenai dugaan kelalaian Kepala SPPG Pangauban Batujajar.

Dalam surat laporan PGN itu menjelaskan mengenai kronologi modus penipuan digital tersebut. Tercantum peristiwa itu terjadi pada Jumat (31/10/2025) sekitar pukul 18.30 WIB. Kepala SPPG Pangauban Batujajar Mochamad Cakra Aju Saputra bermaksud melakukan proses approval transaksi melalui BNI Direct. Namun, ketika Cakra hendak mengakses akun BNI Direct digital itu, sistem menampilkan perintah penggantian password. Sebelum mengganti kata sandi, Cakra berinisiatif menghubungi live chat resmi BNI melalui website. [caption id="attachment_3735" align="aligncenter" width="446"]Jadi Korban Modus Penipuan Digital, Saldo SPPG Pangauban Batujajar Nyaris Ludes Surat dokumen laporan khusus BGN. Foto: ist/[/caption] Tidak lama kemudian, seseorang melalui pesan WhatsApp mengaku sebagai pihak live chat agent BNI menghubungi Cakra dan memberikan tautan penggantian password. Dengan alasan, jika tidak segera memproses maka akan terjadi pembekuan saldo. “Karena meyakini komunikasi tersebut resmi, Kepala SPPG Pangauban mengikuti seluruh instruksi. Termasuk memberikan nomor challenge dan nomor respon,” tulis dalam laporan tersebut, dikutip pada Senin (3/11/2025). Setelah itu, petugas yang mengaku live chat agent itu mengarahkan Kepala SPPG Pangauban untuk menghubungi kembali keesokan harinya. Namun, saat Kepala SPPG Pangauban menghubungi kembali, kontak tersebut sudah tidak bisa terakses lagi. Ketika melakukan pengecekan saldo, tersisa Rp 12 juta dari jumlah sebelumnya. “Analisis sementara, kejadian ini terindikasi sebagai phising atau modus penipuan digital yang memanfaatkan kelalaian pengguna. Kepala SPPG secara tidak sadar memberikan data sensitif kepada pihak tidak resmi yang mengaku petugas BNI,” tulis laporan khusus itu.

Jadi Korban Modus Penipuan Digital, SPPG Pangauban Batujajar Sampaikan Permohonan Maaf

Selain melayangkan surat resmi, SPPG Pangauban pun menyampaikan permohonan maafnya melalui akun media sosial. Dalam videonya itu, menjelaskan jika pihaknya tidak bisa belanja bahan MBG karena dana program terkuras habis.

Baca Juga : Dugaan Skandal Bancakan APBD Bandung Barat Mencuat, Benarkah Lantaran Mahar Politik?

Selain tidak bisa belanja, SPPG Pangauban Batujajar pun terpaksa merumahkan sementara 53 karyawannya. Akibatnya, kegiatan distribusi untuk program MBG tidak bisa berjalan.

“Seharusnya kami hari ini belanja untuk persiapan (MBG) Senin. Tapi, karena dana dari BGN terkuras (lantaran modus penipuan digital), kami tidak bisa produksi,” ungkap seseorang bersuara laki-laki di akun media sosial itu.

SPPG Pangauban juga melaporkan kejadian itu kepada BGN, Dadang Naser (anggota DPR RI Komisi IV, Dapil Kabupaten Bandung-Bandung Barat). Kemudian melayangkan surat kepada Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, dan Wakil Ketua DPRD Bandung Barat.

Yayasan Prama Guna Nasional pun berkomitmen menindaklanjuti kasus modus penipuan digital ini secara hukum. Selain itu, memperkuat pengawasan digital banking agar tidak terjadi kasus serupa di kemudian hari. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Jadi Korban Modus Penipuan Digital, Saldo SPPG Pangauban Batujajar Nyaris Ludes

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.