FK3I Pusat; Jangan Abaikan Kesejahteraan Satwa di Bandung Zoo!
Menyikapi terkait kondisi Bandung Zoo saat ini, Forum Komunikasi Kader Konservasi Seluruh Indonesia (FK3I) Jawa Barat mengaku miris.
Macan tutul jawa menjadi salah satu koleksi satwa di Bandung Zoo. Koordinator FK3I Pusat, Dedi Kurniawan mendesak pemerintah tidak abai terhadap kesejahteraan satwa di Bandung Zoo, Kota Bandung, Jawa Barat. Foto: IG Bandung Zoo/
trustjabar.com – Menyikapi terkait kondisi Bandung Zoo saat ini, Forum Komunikasi Kader Konservasi Seluruh Indonesia (FK3I) Pusat mengaku miris. Pasalnya, lembaga konservasi di Kota Bandung, Jawa Barat itu, semakin hari kian terpuruk dan berdampak pada kesejahteraan ratusan satwanya.
Baca Juga : Bandung Zoo Saat Ini Kian Memprihatinkan, Pakan Menipis dan Kondisi Satwa Semakin Terancam
Koordinator FK3I, Dedi Kurniawan mengatakan, para pemangku kebijakan di pemerintahan terkesan tidak menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi satwa di Bandung Zoo. Bahkan, pemerintah juga tidak mampu menyelesaikan konflik yang terjadi di Bandung Zoo yang melibatkan dua pengelola.
“Dalam hal ini, kami tentunya sangat menyayangkan atas sikap pasif para pemangku kebijakan, baik di jajaran pusat maupun di daerah. Kemenhut selaku pemberi izin konservasi dan Pemkot Bandung, tidak bisa menyelesaikan atas konflik yang terjadi di Bandung Zoo. Bahkan, ada kesan pemerintah mengabaikan terhadap masalah yang terjadi. Akibatnya, kesejahteraan satwa di Bandung Zoo semakin tak menentu,” ungkap Dedi, Jumat (12/12/2025).
Parahnya lagi, kata Koordinator FK3I itu, sikap pemerintah juga seolah tidak menunjukkan niat baiknya menyelesaikan konflik Bandung Zoo. Padahal, satwa-satwa yang berada di Bandung Zoo itu merupakan milik negara tetapi malah negara yang tidak hadir menyikapi konflik yang terjadi.
“Bahkan ada kesan dan dugaan pihak eksekutif dan legislatif di Kota Bandung malah seakan-akan ‘bermain’ dalam situasi konflik yang ada,” kata Dedi. Namun demikian, Dedi tidak menjelaskan lebih rinci mengenai dugaan ‘bermain’ yang ia maksud tersebut.
Menipisnya ketersediaan pakan satwa di Bandung Zoo, lanjut ia, menjadi bukti nyata yang timbul akibat berlarut-larutnya konflik yang terjadi. Padahal, jika pemerintah cepat tanggap menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Bandung Zoo, ia meyakini kesejahteraan satwa tidak akan terancam.
Kesejahteraan Satwa di Bandung Zoo Terancam, FK3I Pusat Ambil Sikap
Dalam menjaga kesejahteraan satwa di Bandung Zoo, kata Dedi, pihaknya akan terus mengawal kondisi yang terjadi. Terlebih jika ada satwa di Bandung Zoo yang mati akibat dari konflik yang terjadi, FK3I tidak segan melakukan upaya hukum.
“Jika ada hewan yang mati kelaparan, kami tidak segan melakukan advokasi dan litigasi kepada Pemkot Bandung dan pemerintah pusat,” ujarnya.
Baca Juga : Sejumlah NGO Internasional Soroti Kondisi Penutupan Operasional Bandung Zoo
Dedi juga turut menyikapi mengenai semakin menipisnya ketersediaan pakan untuk satwa di Bandung Zoo. FK3I, kata Dedi, bersama rekan-rekan seniman Bandung menggelar ngamen dan penggalangan dana untuk membantu ketersediaan pakan satwa di Bandung Zoo. Penggalangan dana, lanjut Dedi, lantaran sudah 3 bulan lebih Bandung Zoo tidak beroperasi.
“Akibat penutupan operasional Bandung Zoo oleh Pemkot Bandung, tidak hanya berdampak pada kesejahteraan satwa, melainkan juga kepada para pekerjanya juga,” tuturnya.
Untuk itu, ia meminta Wali Kota Bandung Muhammad Farhan untuk segera mengizinkan operasionalisasi Bandung Zoo. Hal itu demi menjamin kesejahteraan satwa termasuk jaminan keberlangsungan para karyawan Bandung Zoo. “Sehingga ratusan satwa di Bandung Zoo ini tidak lagi mengalami kondisi terancam kelaparan seperti saat ini,” ungkap Koordinator FK3I Pusat itu.
Sebelumnya, Humas Bandung Zoo Sulhan Syafi’i menjelaskan mengenai kondisi satwa di lembaga konservasi itu. Di tengah terpuruknya kondisi keuangan di manajemen, berdampak pada kemampuan penyediaan pakan satwa di Bandung Zoo.
Sejak berhentinya operasional Bandung Zoo pada 6 Agustus 2025, kondisi di lembaga konservasi itu kian jauh dari hingar bingar. Selama empat bulan lebih, kata Sulhan, operasional seluruh satwa dan karyawan di Bandung Zoo jauh dari sejahtera. Selama itu pula, para staf di Bandung Zoo harus kreatif untuk mempertahankan hajat hidup ratusan satwa yang tersisa saat ini. (cep/trustjabar.com/R1)
Komentar
0 komentar untuk FK3I Pusat; Jangan Abaikan Kesejahteraan Satwa di Bandung Zoo!
Masuk dulu untuk ikut diskusi
Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.