Senin, 25 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Daerah Bandung Raya Pojok Lingkungan
Penulis: Cep 06 Des 2025

Bencana Hidrometeorologi Sergap 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung

Bencana hidrometeorologi menyergap 13 kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (5/12/2025) sore.

Petugas BPBD Kabupaten Bandung mengevakuasi warga terdampak banjir di Kelurahan Andir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggunakan perahu karet. Berdasarkan data BPBD, bencana hidrometeorologi itu menyergap 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung. Foto: trustjabar/

Petugas BPBD Kabupaten Bandung mengevakuasi warga terdampak banjir di Kelurahan Andir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggunakan perahu karet. Berdasarkan data BPBD, bencana hidrometeorologi itu menyergap 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung. Foto: trustjabar/

trustjabar.comBencana hidrometeorologi menyergap 13 kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (5/12/2025) sore. Tingginya intensitas hujan yang terjadi, menyebabkan bencana hidrometeorologi tersebar di beberapa titik di Kabupaten Bandung. Banjir, longsor, dan angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung. Selain itu, ada juga laporan rumah ambruk akibat dampak tingginya intensitas hujan yang terjadi.

Baca Juga: SOMASI Gelar Penanaman Pohon di Gambung Kabupaten Bandung, Dorong Kolaborasi Pentahelix Pelestarian Lingkungan

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bandung, 13 kecamatan yang tercatat terjadi bencana hidrometeorologi itu di antaranya Kecamatan Katapang, Bojongsoang, Pangalengan, Dayeuhkolot. Kemudian Kecamatan  Baleendah,  Kutawaringin, Kertasari,  Pasirjambu, Margahayu, Margaasih, Banjaran, Arjasari, dan Pameungpeuk.

Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Bandung Anggi Gunawan menjelaskan, bencana banjir terjadi di sebagian besar kecamatan yang terkena dampak bencana hidrometeorologi. Sedangkan longsor, terjadi di 5 kecamatan. Yakni di Kecamatan Kutawaringin (2 lokasi), Kertasari (2 lokasi), Pasirjambu (1 lokasi), Pangalengan (1 lokasi), dan Arjasari (1 lokasi).

“Ada tujuh kecamatan yang terkena banjir. Lokasinya tersebar di beberapa titik. Selain itu, kami juga menerima laporan adanya rumah ambruk di Kecamatan Pameungpeuk. Rumah yang ambruk itu karena dampak tingginya intensitas hujan yang terjadi,” ucap Anggi, Sabtu (6/12/2025) pagi.

Anggi merinci, untuk bencana hidrometeorologi berupa banjir, terjadi di Kecamatan Katapang (4 desa, 16 titik), Bojongsoang (3 desa, 7 titik). Kemudian Dayeuhkolot (2 desa 29 titik), Baleendah (3 desa 1 kelurahan, 23 titik), Kutawaringin (2 titik). Selanjutnya Margahayu (2 desa 1 kelurahan 6 titik), dan Margaasih (6 RW).

Ia juga menuturkan, berdasarkan data yang diterima BPBD Kabupaten Bandung, terdapat 3 orang hilang akibat kejadian hidrometeorologi berupa longsor. Lokasi kejadian longsor itu terjadi di Kampung Condong RW 9 Desa Wargaluyu Kecamatan Arjasari. BPBD pun langsung berkoordinasi dengan Kantor SAR Bandung. Tiga orang hilang itu yakni Aisyah (60), Citra (20), dan Alfa (10). Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kondisi korban hilang tersebut.

Bencana Hidrometeorologi tak Hanya Terjadi di Kabupaten Bandung, BPBD Jawa Barat Tetapkan Status Siaga Darurat

Sementara itu, untuk memastikan kesiapsiagaan daerah selama periode cuaca ekstrem, BPBD Jawa Barat telah menetapkan status siaga darurat bencana. Penetapan status tersebut mulai berlaku sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026.

Penetapan status kebencanaan tersebut, sebelum terjangan bencana hidrometeorologi yang menyergap 13 kecamatan di Kabupaten Bandung.

Baca Juga : Fokuskan Percepatan Penanganan Darurat Bencana di Pulau Sumatera

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun dalam keterangan resminya mengatakan, mitigasi bencana hidrometeorologi tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan. Melainkan juga pada perilaku manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kerusakan alam akibat penebangan pohon atau pengubahan fungsi lahan, kata Teten, dapat meningkatkan risiko bencana,” katanya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Bencana Hidrometeorologi Sergap 13 Kecamatan di Kabupaten Bandung

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.