Senin, 25 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Daerah Bandung Raya
Penulis: Adi 25 Agt 2025

Benang Layang-layang Tersangkut di Jaringan OCS Kereta Cepat Whoosh, Perjalanan Sempat Terhenti!

Perjalanan Kereta Cepat Whoosh G1060 relasi Tegalluar Summarecon – Halim sempat terhenti akibat gangguan benang layang-layang.

Perjalanan Kereta Cepat Whoosh relasi Bandung Summarecon-Halim, sempat terhenti akibat adanya benang layang-layang yang tersangkut pada jaringan OCS. Foto: ilustrasi/

Perjalanan Kereta Cepat Whoosh relasi Bandung Summarecon-Halim, sempat terhenti akibat adanya benang layang-layang yang tersangkut pada jaringan OCS. Foto: ilustrasi/

trustjabar.com - Perjalanan Kereta Cepat Whoosh G1060 relasi Tegalluar Summarecon – Halim sempat terhenti akibat gangguan layang-layang. Kejadian itu terjadi pada Minggu (24/8/2025).

Baca Juga : Dirikan Bangunan di Lahan Milik KCIC, 26 Bangunan Liar di Gempolsari Kota Bandung Dibongkar

Kereta cepat Whoosh terhenti sejenak di jalur KM 111+200, tepat di depan salah satu terowongan antara Stasiun Tegalluar Summarecon dan Padalarang. Kondisi itu terjadi akibat adanya benang layang-layang yang tersangkut pada jaringan Listrik Aliran Atas (Overhead Catenary System/OCS) kereta cepat Whoosh.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan ini. Namun langkah penghentian sementara harus kami lakukan sesuai standar operasional prosedur keselamatan. Tentunya demi menjamin perjalanan tetap aman,” ujar GM Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa dalam keterangannya, Senin (25/8/2025).

Kejadian bermula sekitar pukul 19.34 WIB ketika masinis KA G1053 melaporkan adanya benang layang-layang yang tersangkut di OCS kereta cepat Whoosh.

Train Control (TC) segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memberikan instruksi pembatasan kecepatan dan penurunan pantograph. Serta memberikan instruksi peningkatan pengawasan kereta yang melintas di area tersebut.

Sekitar pukul 20.21 WIB, KA G1060 dihentikan di KM 111+330 untuk menurunkan petugas Power Supply. Petugas pun langsung mencabut manual benang layang-layang yang tersangkut di OCS kereta cepat Whoosh itu. Pada pukul 20.26 WIB aliran listrik kembali normal dan pada pukul 20.29 WIB kereta dapat kembali melaju.

Larang Terbangkan Layang-layang di Jalur Kereta Cepat Whoosh

KCIC mengimbau masyarakat khususnya anak-anak tidak bermain atau menerbangkan layang-layang di sekitar jalur kereta cepat. Sebab, aktivitas ini sangat berisiko karena dapat menyebabkan gangguan teknis, penghentian perjalanan, hingga potensi kecelakaan.

Baca Juga : Perjalanan Kereta Api Parahyangan Bandung – Gambir Batal Berangkat!

Meski demikian, KCIC terus memperkuat sinergi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa di lokasi yang rawan gangguan layang-layang. Patroli gabungan dilakukan di wilayah Kecamatan Padalarang, Cimahi Tengah, Bandung Kulon, Bojongloa Kidul dan Bandung Kidul.

Pihaknya juga melakukan pemantauan langsung, edukasi, imbauan, serta larangan kepada masyarakat tidak bermain layang-layang di jalur kereta cepat Whoosh. Hal itu agar kesadaran kolektif terhadap keselamatan perjalanan Whoosh semakin meningkat.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang timbul dari kejadian ini. Kami imbau masyarakat tidak menerbangkan layang-layang di sekitar jalur kereta cepat Whoosh. Karena aktivitas tersebut berpotensi mengganggu operasional dan membahayakan keselamatan perjalanan Whoosh," ujarnya. (Adi/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Benang Layang-layang Tersangkut di Jaringan OCS Kereta Cepat Whoosh, Perjalanan Sempat Terhenti!

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.