Selasa, 26 Mei 2026
Breaking News
Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung Hormati Jejak Sejarah, Jabar Terbaik dalam Anugerah Kearsipan 2026 Bukan di Udara, Ini Alasan Penguin Pilih Terbang di Dalam Lautan ‘MengEMASkan Indonesia’, PT Pegadaian Catatkan Kinerja Gemilang di Awal 2026 Bukan Keluarga Beruang, Inilah Fakta Unik Panda Merah yang Menggemaskan Hilang Kontak Ketika Jalankan Misi Kemanusiaan, Bupati Bandung Kecam Tindakan Tentara Israel Terhadap Jurnalis Asal Cicalengka Punggawa Persib Bandung Bersiap Hadapi Persijap Jepara di Laga Pamungkas, Target Raih Kemenangan Jelang Laga Persib Bandung Menjamu Persijap Jepara, Wagub Jawa Barat Imbau Ini! Kirab Milangkala Tatar Sunda Selesai, Gubernur Jawa Barat Kembali Serahkan Pusaka Mahkota Binokasih Bencana Hidrometeorologi Basah Masih Mengintai, BNPB Keluarkan Imbauan Ini! Dukungan Mengalir, Sugianto Bulatkan Tekad Ramaikan Bursa Pencalonan Ketua di Musda Golkar Kabupaten Bandung
Daerah Bandung Raya Kesehatan
Penulis: Cep 29 Sep 2025

Banyak Korban Keracunan, Sejumlah Kalangan di Jawa Barat Desak Program MBG Dihentikan

Desakan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menyeruak seiring dengan banyaknya pelajar yang mengalami keracunan di Jawa Barat.

Dokumentasi pasien keracunan makanan menu MBG di Bandung Barat, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Akibat banyak korban keracunan, sejumlah kalangan mendesak agar program MBG ini dihentikan. Foto: dok.trustjabar/

Dokumentasi pasien keracunan makanan menu MBG di Bandung Barat, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Akibat banyak korban keracunan, sejumlah kalangan mendesak agar program MBG ini dihentikan. Foto: dok.trustjabar/

trustjabar.com – Desakan evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menyeruak seiring dengan banyaknya pelajar yang mengalami keracunan di Jawa Barat. Terbaru, setelah insiden keracunan MBG terjadi di Kabupaten Ciamis.

Baca Juga : Pernyataan Resmi Bupati Bandung Barat Cabut Status KLB Kasus Keracunan MBG

Desakan evaluasi program MBG di Jawa Barat diserukan Forum Orangtua Siswa (Fortuis) Jawa Barat dan Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI). Ketua Fortuis Jawa Barat, Dwi Soebanto mengungkapkan kekhawatirannya mengenai program MBG ini jika belum ada evaluasi menyeluruh.

Dwi menegaskan, sejumlah kasus keracunan yang terjadi di wilayah Jawa Barat akibat program MBG ini perlu menjadi perhatian pemerintah provinsi. Ia berpandangan, pemerintah provinsi sebagai kepanjangan tangan kebijakan pemerintah pusat tidak bisa tinggal diam. Ia mendesak, agar penyebab kejadian keracunan menu MBG ini perlu diusut tuntas.

“Tentunya dengan banyaknya korban keracunan dalam pelaksanaan MBG ini menjadi kekhawatiran kami sebagai orang tua. Khawatir dengan keselamatan anak-anak kami,” tuturnya di Gedung Sate, Senin (29/9/2025).

Ia mengungkapkan, beberapa wilayah di Jawa Barat yang terjadi keracunan makanan menu MBG ini di antaranya Kabupaten Sumedang. Kemudian, di Bandung Barat, Sukabumi, Cianjur, Cimahi, hingga Cirebon.

Baca Juga : Ini Kata Labkesda Jabar Penyebab Keracunan MBG di Bandung Barat

“Dengan kondisi seperti ini, Gubernur Jawa Barat seharusnya bisa menghentikan program MBG ini karena banyak yang keracunan. Ini demi menjaga keselamatan siswa,” ungkapnya.

Sementara itu, keracunan makanan program MBG di Kabupaten Ciamis menyebabkan puluhan siswa di SMPN 4 Pamarican harus mendapatkan perawatan medis. Sejumlah siswa mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu MBG.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak sekolah menghentikan pendistribusian makanan kepada anak didiknya. Seorang guru di SMPN 4 Pamarican, Abdul Aziz mengatakan, ada 400 porsi makanan MBG untuk sekolahnya.

“Tadi saya sempat tanya ke siswa, ayamnya bau. Sebagian siswa tidak menyantap ayam yang bau itu, ada yang makan sayurnya saja. Jadi tidak semua keracunan,” katanya. (ecp/trustjabar/R1)

Komentar

0 komentar untuk Banyak Korban Keracunan, Sejumlah Kalangan di Jawa Barat Desak Program MBG Dihentikan

Masuk dulu untuk ikut diskusi

Akun komentar viewer terpisah dari author dan admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memulai diskusi.